Selasa, 20 November 2012

contoh resensi


Resensi Novel
Temukan Aku dalam Istikharahmu
(cinta islami dalam dunia metropolitan)






Resentator :
Sari Nurul Fauziah
XI IPA 5






Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sehingga saya dapat menyelesaikan tugas resensi novel ini.
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad SAW. Semoga sampai kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan sampai kepada kita selaku umatnya yang senantiasa patuh dan taat kepada Allah SWT.
Dibuatnya resensi novel “Temukan Aku dalam Istikharahmu” tentunya memiliki tujuan. Disamping untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, juga untuk menilai karya sastra novel.
Berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihaklah, baik berupa moral atau material, sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan ini. Maka dari itu, saya haturkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga, sahabat-sahabat / rekan-rekan, serta kepada Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dengan sabar.
Saya sadar, bahwa resensi ini jauh dari kesempurnaan. Tentunya ada kekurangan serta kesalahan. Karena saya hanyalah manusia biasa, yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Maka, dari itu, saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahannya. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan.








Talaga, November 2012
   Penyusun



      Sari Nurul Fauziah











DAFTAR ISI

                                                                                                     Hal.
KATA PENGANTAR .....................................................................................    1
DAFTAR ISI .......................................................................................................  2
  1. Judul Resensi .............................................................................................     3
  2. Identitas Novel ...........................................................................................     3
  3. Sinopsis ......................................................................................................     3
  4. Kepengarangan ..........................................................................................     4
  5. Unsur-unsur novel .....................................................................................     4
  6. Penilaian ....................................................................................................     7
  7. Penutup ......................................................................................................     7         



















                                                                                                                      









Resensi Novel “Temukan Aku dalam Istikharahmu”

1.      Judul Resensi                    : Cinta yang di iringi ridho Allah SWT   
       
2.      Identitas Novel  
      
a.       Judul novel                  : Temukan Aku Dalam Istikharahmu
                                           (cinta islami dalam dunia metropolitan)
b.      Pengarang                    : E. Sabila El Raihany
c.       Penyunting                  : Renvi Lia
d.      Desain sampul             : Hengky        
e.       ISBN                           : 979-3383-82-8
f.       Penerbit                       : CAKRAWALA
g.      Tempat Terbit             : Yogyakarta
h.      Tahun Terbit               : 2009
j.        Cetakan petama          : 1
k.      Illustrasi gambar         : Berwarna kombinasi hitam dan putih, terdapat pula  
                                                gambar wajah seorang wanita berjilbab
l.        Tebal Halaman            : 136 hal
m.    Tebal buku                  : 0.5 cm
n.      Panjang / Lebar buku  : 18.9 cm / 12.8 cm

  1. 3.      Sinopsis

Alfiaturrahmah, gadis cantik yang memutuskan untuk lebih memperdalam ilmu agamanya di sebuah pondok pesantren daripada ambisinya untuk menjadi seorang artis yang terkenal. Selama di pesantren Alfi bertemu dengan Ana. Ana menjadi teman baik Alfi, sampai kematian Abah Ana pun Alfi selalu menguatkan Ana supaya tetap tegar dan membantu Ana agar dapat menjalankan amanat Abah Ana. Namun dilema itu pun terjadi terjadi pada Alfi. Alfi dihadapkan pada keputusan yang besar, masalah Cinta. Dalam waktu bersamaan 5 pria sekaligus menyatakan cinta padanya. Bingung, itulah yang Alfi rasakan. Manakah yang harus dia pilih, Dori teman masa kecilnya, Syaiful yang memiliki materi yang cukup, Idris yang baik terhadap keluarganya, Dimas yang rela meninggalkan ibunya sendiri demi Alfi, ataukah Faiz yang memiliki ketampanan seperti nabi Yusuf a.s..
            Pada suatu hari, keluarga besar dari Mas Idris dan Mas Syaiful datang kerumah Alfi. Disaat itu Alfi dituntut untuk kebijaksanaannya dalam menjawab pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh kedua keluarga besar itu. Saat ingin menjawab Alfi bingung apa yang harus dijawab karena Alfi takut keputusannya akan menyakiti  kedua orangtuanya, maka itu Alfi hanya bisa menjawab untuk meminta mereka berdua menemukannya dalam salat istikharah mereka. Dan kedua lelaki itu pun setuju. Dalam hati Alfi, ia takut jika salah satu dari mereka mendapati dirinya dalam jawaban salat istikharah mereka dan Alfi sangat berharap seandainya Faiz ada disaat kesepakatan itu terjadi.
            Dua minggu kemudian, Alfi semakin gelisah dan akhirnya ia pun menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Faiz, seorang lelaki yang ia temui pertama kali di sebuah toko buku gramedia. Dalam surat pertamanya ia mengatakan apa yang ia rasakan kepadanya. Kemudian, ia pun menulis surat kembali dan memberi tahukannya bahwa Alfi hanya mempunyai waktu 2 minggu lagi untuk memilih siapa imamnya. Setelah Alfi mengirim surat, ia mendapat kan telepon dari Faiz untuk memberikan jawaban atas suratnya itu, Alfi pun meminta agar Faiz menemukannya dalam salat istikharahnya.
Pada malam hari sebelum hari Alfi memilih siapa yang akan menjadi imamnya, Alfi mendapati Faiz sebagai jawaban atas salat istikharahnya dan Faiz pun demikian ia mendapati Alfi sebagai jawaban atas salat istikharahnya.
Pada hari Alfi harus memilih siapa yang akan menjadi imamnya, Alfi pun memberi tahukanya bahwa yang ia pilih adalah Faiz. Akhirnya kedua lelaki itu pun menunjukan siapa sebenarnya mereka, Alfi pun bersyukur bahwa Allah telah menunjukan kekuasaan-Nya. Pada hari itu juga Faiz melamar Alfi dan mereka pun bertukar cincin .

4.      Kepengarangan

        E. Sabila El Raihany, adalah seorang penulis novel . Dia tinggal di Yogyakarta. Orang Tuanya bernama bapak Wasrip dan Ibu Cames . Novel ”Temukan Aku dalam istikharahmu” adalah Novel pertama yang ia karang yang di terbitkan pada tahun 2009. Adapun novel kedua yang ia karang adalah novel yang berjudul “Di Atas Pena pun Engkau Melamarku” yang di terbitkan pada bulan oktober 2011.

5.      Unsur-unsur sastra

a.       Unsur Intrinsik
§  Tema : Cinta
§  Tokoh dan Perwatakan :
·         Tokoh Utama
o   Alfiaturrahmah (Alfi)                    : gadis cantik, pintar, baik, sholeha, optimis, tidak pernah putus asa
o   Muhammad Faisal (Faiz)             : yang memiliki ketampanan seperti Nabi Yusuf as., baik, pemaaf, sholeh, pintar
o   Syaiful                                           : sombong, suka meremehkan orang lain
o    Idris                                              : yang berpura-pura untuk mendapatkan sesuatu, egois
o   Dimas                                            : seorang yang begitu mencintai alfi dan baik
o   Ahmad Fudori (Dori)                    : teman masa kecil Alfi, pemarah, tidak bisa menghargai perasaan orang lain
·         Tokoh pembantu               
o   Rizqiana Isnaini (Ana)                  : Sahabat Alfi, gadis cantik, baik , pintar, penyabar, penjalan amanah
o    Nida, Mita, Nurul                        : Teman Alfi, baik, perhatian kepada Alfi
o   Azkiyatunnisa (Azki)                    : Adik Alfi, baik, pintar, pinter menyem-bunyikan emosinya
o    Desti, Tiara                                   : Sahabat Azki, paling pintar ngelawak, baik
o   Mami Dimas                                  : Orang tua Dimas, plinplan, hanya memikirkan masalah dunia, sombong
o   Abah ana dan Ummi Zulaikha      : Orang tua Ana, baik, penyayang
o   Abah Alfi dan Ummi Syarifah     : Orang tua Alfi, baik, penyayang
o   Aliyya                                           :  Adik Ana, baik, sopan
o   Ami Syaiful                                   : Adik Ummi Syarifah, baik, suka ikut campur urusan orang lain
o   Ammah Salma                               : Istri Ami Syaiful, baik
o   Ustadz Kholil                                : Ustadz Alfi, baik
o   Syayid Rufaqat                             : Majikan Abah Ana di Arab, baik
o   Siska Pertiwi, Vanya                     : Orang yang suka mencari kesalahan Azki
o   Fatimah                                         : Anak majikan Abah Ana, baik, cantik, sholeha
o   Ahmad, vina, haikal                      : Teman orang tua Alfi, baik
o   Naya                                              :Teman Alfi di tempat media computer, baik
o   Ummi Saodah                               : Bu Nyai di tempat pesantren Alfi, baik
o   Bapak dan ibu rusli                       : Orang tua Idris, sopan
o   Bapak dan ibu thamrin                  : Orang tua Syaiful, sopan
o   Salsa                                              : Teman dekat Faiz, baik
o   Lala                                               : Orang yang pernah dekat dengan Faiz
§  Alur : Dalam novel ini penulis menggunakan alur campuran yaitu menggunakan Alur maju dan alur mundur. Alur maju contohnya “6 bulan kemudian. Abah datang menjengukku dengan wajah sumringah.”hal.10 sedangkan alur mundur contohnya “Kenangan Ana terulir kembali, saat besok ia akan ujian, Ummi Zulaikha mendadak panas...”hal.86 .
§  Sudut Pandang : Orang ketiga pelaku utama ( Alfi )
§  Setting
·         Latar tempat
o   Pesantren Al-Huda  : - “Sesampainya di sana...”hal.9
-          “Di pesantren Al-Huda..”hal.24
-          “Di pesantren Al- Huda..”hal.56
o   Rumah Sakit “ kasih Ibu” : - “Di Rumah Sakit “ kasih Ibu”..”hal.13
o   Masjid Al-Mubarok. :  - “Di masjid Al-Mubarok..”hal.40
-          “Di masjid Al-Mubarok..”hal.109
-          “Di rumah Allah...”hal.78
o   Kamar Azki : - “Di kamar Azki..”hal.53
-          “Malam hari, di kamar Azki..”hal.79
o   Kamar Alfi, Malam yang pekat : “Malam itu, keringat dingin ...”hal.129
o   Dapur, (di rumah Alfi) : “Malam minggu di dapur...”hal.54
o   Rumah Dimas : “Dirumah Dimas..”hal.25
o   Indomaret : “Di Indomaret, Pukul 10.30..”hal.29
o   HI-Fest Production di Jakarta : “...keberangkatanmu ke HI-Fest Produc-
o   tion..”hal.13
o   SMA Harapan Bangsa : “Di SMA Harapan Bangsa..”hal.20
o   Kelas XII C : - “Di kelas XII C, SMA Harapan Bangsa..”hal.47
-          “Di ruang kelas XII C..”hal.92
o   Rumah Ana ( kaliwungu ) : “Sesampainya di rumah Ana..”hal.45
o   Kamar Ana : “Di kamar Ana..”hal.83
o   Toko buku Gramedia : - “...membeli buku di Gramedia..”hal.101
-          “Toko buku Gramedia..”hal.117
·         Latar waktu
o   Siang hari : - “Siang hari di kamarku..”hal.70
o   “Siang hari, di kamar Desti...”hal.22
o   “Siang hari, di media computer..”hal.73
o   “Ba’da Dzuhur di rumah Alfiaturrahman”hal.7
o   Pagi hari : - “Pukul 06.30 pagi, di rumahku..”hal.87
o   “Di kamarku, pagi hari..”hal.121
o   “Pagi-pagi buta..”hal.87
o   “Pagi hari pukul 09.00 di Aula Al-Huda...”
o   “Pukul 10:00 di Aula Al-Huda..”hal.38
o   Ba’da Ashar : “Ba’da Ashar aku benar-benar....”hal.9
o   Tengah malam : - “Tengah malam, 2 minggu kemudian..”hal.128
o   “Masih jam 02.30, tidur lagi..”hal.18
o   “Siapa yang nangis malam-malam...”hal.43
·         Latar suasana
o   Gembira : ”Siang itu abah datang menjengukku dengan wajah sumringah.
Abah serahkan surat itu dengan senyum kebahagiaan.”hal.10
“Ummi gembira ketika mendengar suaraku..”hal.13
o   Sedih :  “... Namun kesedihan semakin menyelimutiku”hal.11
 “Air mataku tak bisa kusembunyikan.”hal.46
 “..menumpahkan kesedihan dengan tangisan..”hal.40
 “Ana menangis histeris dalam panhkuan tangan Ummi”hal.46 
 “Aku menangis dalam pelukan Ummi.”hal.113
o   Sunyi : “kesunyian menemaniku dan Ummi Zulaikha..”hal.39
o   Sepi : “..Kami pun kembali ditemani sepi dan senyap.”hal.104
<  Amanat
percayalah Allah tidak akan memberikan masalah atau cobaan kepada umat-Nya melebihi dari kemampuan setiap hamba itu sendiri dan jangan menganggap masalah atau cobaan yang kita terima terlalu sulit untuk kita, tapi Allah memberikan cobaan atau masalah karena Allah tahu bahwa kita bisa  melewatinya.
b.      Unsur Ekstrinsik
§  Agama :
Agama yang digunakan dalam novel ini adalah agama islam, seperti dalam cerita novel ini seorang perempuan sholehah yang memilih untuk mendalami al-Qur’an di sebuah pesantren.
§  Budaya :
Budaya yang digunakan dalam novel ini adalah budaya yang islami, seperti memakai jilbab, tidak boleh berjabat tangan dengan yang bukan mukhrim, dan ada juga budaya jawa.
§  Bahasa:
o   Bahasa yang di gunakan dalam penulisan novel ini mudah di mengerti, karena menggunakan bahasa jawa dan bahasa indonesia sehari-hari, tapi ada juga yang menggunakan bahasa gaul namun tetap sopan.
o   Gaya bahasa :
-          personifikasi ( contoh : seakan butiran bening ikut merasakan penderitaan ku, tak ingin terhenti terus mengalir dan mengalir ),
-          Hiperbola (contoh : butiran demi butiran mengalir bak mutiara di lautan)

6.      Penilaian

a.       Keunggulan :
o   Memiliki karya puisi yang indah
o   Banyak kata-kata yang islami yang memiliki Makna yang berkesan
o   Perasaan yang tergambar sangat jelas
o   Ceritanya sangat menarik untuk dibaca
b.      Kelemahan
o   Ada beberapa kata yang sulit dimengerti, seperti : ndalem, nderesnya, KYA? ,
o   Saat sedang adegan marah atau kesal, Emosinya kurang menonjol
o   Ada kata-kata yang salah dalam penulisannya (contoh : kAmi , kualAmi,  suAmi, kAmis, Ksma, jAmin)

7.      Penutup

a.       Kesimpulan
Novel ini banyak memberikan pelajaran dalam hidup seperti cinta dan agama, dan juga novel ini begitu menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, baik anak remaja ataupun orang-orang dewasa.

b.      Saran
Dalam membaca cerita novel ini alangkah lebih baik jika dibaca berulang-ulang atau dibaca lebih dari 1 kali agar kita bisa memahami dan paham isi cerita dalam novel ini .